Berita Menarik Lainnya :

Sejarah Negara Italia

Siapa tak kenal Italia, salah satu Negara di Eropa yang di juluki Negri Pizza ini ternyata memilki banyak obyek wisata yang sangat menarik. Mulai dari perfileman, arsitektur, wisata sejarah, menara  Pisa, wisata Fassion di kota Milan, wisata agama di Vatikan, wisata makanan, galeri, wisata alam dan banyak lagi yang bisa kita nikmati. Sekitar tahun 700 SM, orang Zaman Perunggu yang disebut orang Villanova mulai dipengaruhi oleh orang Yunani dan Fenisians yang berlayar di sekitar Laut Tengah. Mereka mulai melakukan berbagai hal dengan meniru orang Yunani dan Fenisia. Sejarawan menyebut suku bangsa ini sebagai bangsa Etruska. 


Diduga orang Etruska datang dari Asia Barat, karena sejarawan Herodotos menceritakan kisah mengenai sejumlah orang yang datang dari Asia barat, yaitu bangsa Lydia, yang mungkin merupakan bangsa Etruska. Dia menulis bahwa orang-orang ini mengalami masa-masa sulit, dan tidak memiliki cukup makanan, bahkan untuk melupakan rasa lapar, mereka sering melakukan perjudian. Wabah kelaparan berlangsung selama bertahun-tahun, dan Herodotos mengatakan bahwa pada akhirnya orang-orang ini merasa bahwa mereka harus mencari tempat tinggal yang baru. Beberapa sejarawan menduga bahwa mereka adalah orang-orang Etruska, namun sebagian besar sejarawan berpendapat bahwa bangsa Etruska adalah orang asli Italia.
Bangsa Etruska tinggal di Italia utara. Karena mereka belajar dari orang Yunani dan Fenisia, mereka berhasil mengetahui cara melakukan berbagai hal yang tidak diketahui oleh orang Latin di kota Roma dan sekitarnya. Orang Etruska membangun kota-kota dengan tembok batu. 


Mereka juga membangun kuil batu besar dan menempatkan patung besar di dalamnya. Mereka menggali kanal dan parit untuk mengairi ladang-ladang mereka. Mereka mengorganisir pemerintahan yang dipimpin oleh raja. Dengan cepat, bangsa-bangsa lainnya di Italia mulai meniru cara-cara Etruska dalam melakukan berbagai hal. Pada masa yang sama dengan bangsa Etruska, banyak pula orang Yunani yang datang ke Italia dan mendirikan kota-kota Yunani di sana. Pada awalnya, kota-kota itu barangkali hanya merupakan pos perdagangan, namun seiring waktu semakin banyak orang Yunani yang berdatangan ke sana dan mereka pun mulai melakukan pertanian. Orang Yunani mendirikan kota Napoli, yang kemudian menjadi pelabuhan penting hingga masa kini. Bangsa Etruska banyak melakukan perdagangan dengan orang Yunani dan Fenisia, Etruska menjual kayu, bulu, dan kemungkinan budak ke Timur. Mereka membeli perhiasan, rempah-rempah, minyak wangi, dan guci Yunani di Timur, dan memang sebagian besar guci Yunani kuno ditemukan di Italia, tepatnya di makam-makan Etruska. Kota Roma terletak antara bagian utara dan selatan Italia tempat bangsa Etruska tinggal. 


Karena daerah itu adalah tempat yang bagus untuk menyeberangi sungai Tiber, bansga Etruska ingin menguasainya. Untuk beberapa waktu, Romawi kemungkinan dipimpin oleh raja-raja Etruska. Raja-raja ini, seperti halnya raja-raja Etruska lainnya, membangun tembok batu kuat dan kuil batu dan kanal untuk pengairan. Italia, terletak di bagian selatan Benua Eropa. Negara ini berbentuk semenanjung yang mirip sepatu boot dengan dua pulau besar, Sisilia dan Sardinia. Negara ini berbatasan dengan Prancis, Swiss, Austria dan Slovenia.  Italia adalah salah satu negara tertua di Eropa. Sejarah negara ini bisa dilacak tiga ribu tahun ke belakang. Tidak heran, Italia menjadi akar dari kebudayaan Eropah, yakni Etruscan dan Romawi. Selama ini Italia hidup dari industri pariwisata. Setiap tahun setidaknya 15 hingga 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke sini. Biasanya pada musim panas, Roma dipadati wisatawan. Jumlahnya bisa melebihi penduduk Roma sendiri yang justru memilih berlibur keluar kota. Nama Roma menurut cerita, berasal dari nama penguasa pertama, Romulus. Banyak pula mengatakan bahwa nama kota Roma berasal dari nama sebuah keluarga yang berasal dari zaman Etruscan, yaitu keluarga “Ruma”. Berkaitan dengan sejarah, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mengurusi Ilmu Pengetahunan dan Kebudayaan (Unesco) mencatat ada sekitar 41 peninggalan sejarah di Italia yang bisa diwariskan kepada dunia. 


Peninggalan sejarah itu tersebar mulai dari kota Roma hingga Italia bagian selatan dan utara. Peninggalan sejarah itu kini menjadi daya tarik utama bagi pariwisata negara ini. Adapun objek-objek wista yang dapat dikunjungi di Italia, antara lain Roma, “Kota Renaissance” Florence, “Kota Air” Venesia, dan “The Crown Jewel of Christianity” Vatikan. Bukan hanya kaya sejarah, Italia juga menjadi kiblat berbagai hal. Ia menjadi pusat wisata kuliner, karena pizza, pasta, dan kejunya yang sangat beragam. Italia juga menjadi pusat fashion dunia, sesudah Paris dan London. Selain itu Italia juga merupakan gudang seni, karena galeri dan bangunan berarsitektur indah tersebar di sini. Badan PBB yang mengurusi Ilmu Pengetahunan dan Kebudayaan (Unesco) mencatat ada sekitar 41 peninggalan sejarah di Italia yang bisa diwariskan kepada dunia. Peninggalan sejarah itu tersebar mulai dari kota Roma hingga Italia bagian selatan dan utara. Peninggalan sejarah itu kini menjadi daya tarik utama bagi pariwisata negara ini.  Roma, adalah saksi bisu dari kejayaan Italia ada masa lampau. Menurut legenda, Roma dibangun tahun 753 masehi oleh Romulus, raja pertama Romawi kuno. 


Kota ini sangat tua dan klasik, karena masih banyak bangunan sejarah peninggalan Romawi kuno di sini. Salah satunya adalah, Circus Maximus yang dibangun pada masa Raja Tarquinius Priscus, antara tahun 616 hingga 579 sebelum masehi. Dahulu, ribuan tahun lalu, di arena ini digelar ajang perlombaan balap kereta kuda dan gladiator, hiburan yang paling digemari saat itu. Bagi rakyat Italia, Circus Maximus adalah simbol dari kejayaan masa lampau. Di sini pula rakyat Italia merayakan tim sepak bola kesayangan mereka yang menjuarai piala dunia. Ribuan warga kota Roma saat itu memadati lapangan ini, kendati suhu menyengat, sekitar 35 derajat selsius. Mereka menyambut, kedatangan tim Italia. Sepak bola memang memiliki tempat khusus di hati orang setiap Italia, sehingga peristiwa seperti mereka rayakan se-akbar mungkin, mengalahkan perayaan hari nasional mereka. Italia adalah negara yang bisa hidup dari industri pariwisata. Setiap tahun 15 hingga 20 juta wisatawan berkunjung ke sini. Biasanya pada musim panas, Roma dipadati wisatawan. Jumlahnya bisa melebihi penduduk Roma sendiri yang justri memilih berlibur keluar kota. 


Di Piazza Navona, misalnya, wisatawan bisa menikmati goresan tangan karya para pelukis jalanan. Dengan tarif tarif 60 hingga 120 ribu rupiah, wisatawan bisa mendapatkan lukisan diri hanya dalam waktu 10 menit. Bangunan sejarah di Italia memang telah menjadi magnet bagi jutaan wisatawan. Di Piazza di Spagna, biasanya wisatawan menghabiskan waktu mereka, dan tidak mereka pun menguras koceknya berbelanja di toko dan butik di kawasan yang menawarkan produk dengan merek mendunia. Inilah Colosseo. Colosseo atau Koloseum adalah salah satu monumen yang menjadi landmark sekaligus simbol dari kota Roma. Roma selalu identik dengan bangunan ini. Di tempat inilah kerap digelar gladiator, yaitu pertarungan antara manusia melawan manusia, atau manusia dengan hewan. Bangunan ini menjadi saksi dari ribuan nyawa manusia yang mati dalam pertarungan di arena ini. Colosseo sangat megah, dan memancing rasa ingin tahu orang untuk melihat lebih mendalam sejarah bangunan ini. Pada musim panas, ribuan wisatawan rela antri berjam-jam untuk melihat monumen ini. Sebelum memasuki Colloseo, pengunjung disuguhi atraksi gladiator. Sekali foto bersama gladiator ini dipungut biaya lima Euro, setara dengan 60 ribu rupiah. Colosseo adalah sebuah ampiteater yang sangat besar yang dibangun pada tahun 72 setelah masehi, oleh Vespasiano, lalu diselesaikan oleh putranya, Titus, delapan tahun kemudian. 


Pembangunan Colosseo memanfaatkan tenaga tahanan Yahudi. Colosseo berbentuk lonjong, dengan bagian terpanjang berukuran 187 meter, sedangkan yang terpendek 155 meter. Tingginya mencapai 50 meter, dan mampu menampung 80 ribu penonton. Colosseo awalnya, berfungsi sebagai stadion besar untuk menghibur rakyat dengan tontonan sirkus. Seratus lima puluh kilometer sebelah selatan kota Roma, ada situs sejarah yang terkenal bernama Pompeii. Pompeii adalah kota yang tertimbun abu letusan gunung Vesuvius pada tanggal 24 Agustus tahun 79. Porta Marina atau gerbang laut ini adalah cikal bakal dari kota Pompeii. Gerbang ini dahulunya adalah kota perdagangan. Jejak-jejak itu masih terlihat di Via Della Marina. Lalu lalang kendaraan yang mengangkut barang dari pelabuhan, pada masa itu melewati jalan sempit ini. Basilica, adalah bangunan yang paling mencengangkan di Pompeii. Basilica, adalah sebuah karya arsitektur dengan sentuhan seni yang tinggi. Kini hanya sebagian pilar dan tribun yang tersisa. Tribun ini pada masa itu digunakan untuk kegiatan pengadilan dan perdagangan. Para ahli sempat berdebat panjang untuk menyimpulkan, bahwa Basilica dahulunya beratap. Dan dari lukisan diatap, dipastikan bahwa Basilica dibangun sekitar tahun 120 sebelum masehi. Di tengah-tengah kondisi Italia yang sedang mengalami 


kekacauan, tentunya ada suatu kekhawatiran tersendiri akan munculnya fasisme seperti era pasca PD I. Buruknya iklim demokrasi dan politik di Italia tentunya berimplikasi terhadap kondisi sosial-ekonomi Italia pasca fasis. Untuk mengatasi masalah sekaligus mencegah munculnya fasisme, pemerintah Italia pasca fasis berusaha untuk melakukan pembaharuan sistem pendidikan serta kelengkapan fasilitas perumahan yang lebih baik dan layak untuk mewujudkan kesejahteraan sosial. Walaupun sebagian besar dari langkah pembaharuan ini telah dilakukan, namun yang terjadi di akhir tahun 1960’an dan awal tahun 1970’an adalah sebuah pemogokan kaum buruh dan kekacauan masyarakat Italia yang mencerminkan rasa tidak puas terhadap langkah-langkah perubahan yang telah dilakukan pemerintah Italia.  Kondisi sosial-politik Italia yang sedang kacau ternyata bertolak belakang dengan kondisi ekonomi Italia yang di saat-saat seperti ini justru mengalami peningkatan. Keadaan seperti inilah yang telah menyelamatkan Italia pasca fasis untuk menangkal munculnya fasisme di Italia. Dalam bidang perekonomian Italia lebih cenderung berkonsentrasi pada bidang pertanian, industri, perdagangan, dan pariwisata. Sesungguhnya Italia merupakan sebuah negara yang memiliki keterbatasan akan sumber daya alam untuk membangun perekonomian yang modern, oleh sebab itu Italia mengimpor sumber daya alam secara besar-besaran untuk menggerakkan roda industrinya. Sumber daya alam yang dimiliki Italia hanyalah berupa uap air panas, air sungai, dan batu pualam (terbesar di dunia).  Dari sektor pertanian, Italia merupakan negara pertanian tempat sejumlah besar orang mencari penghidupannya dengan bercocok tanam. Di Italia pertanian lebih banyak diusahakan di wilayah utara, hal ini karena wilayah utara lebih banyak memiliki tanah yang subur. Komoditi hasil pertanian Italia antara lain gandum, sayur-mayur, buah-buahan, anggur, dan zaitun. Sedangkan dalam bidang industri, pabrik tekstil merupakan yang terbesar di Italia, khususnya industri sutra. Negara Italia juga memiliki kota-kota besar yang dapat menunjang peekonomian negara seperti Milan, Roma, Napoli, Turin, Genoa, Palermo, Venesia, dan Florence. Sebagian dari kota-kota tersebut merupakan kota dagang dan kota pelabuhan yang cukup penting bagi Italia. Bermodalkan semua itu Italia pasca fasis mulai bangkit dari keterpurukannya untuk membangun sebuah negara yang modern.  Pada masa itu, mereka sudah memikirkan membangun jalan khusus untuk manusia, hewan, dan kendaraan. Bangunan ibadah, kegiatan politik dan ekonomi, tertata dengan baik, dengan tetap memperhatikan nilai estetika yang tinggi. Pengunjung membutuhkan waktu berjam-jam untuk menelusuri kota mati ini. Pompeii bisa memberikan pelajaran penting bagi masa kini, bagaimana seharusnya membangun kota dengan baik, yakni kota yang tidak hanya mendewakan bangunan semata, namun juga memperhatikan ruang bagi manusia untuk beraktualisasi.

Share To :

Facebook Google+ Twitter